item Pertama Kali jadi Panitia, Ternyata... https://osbik.binainsankamil.sch.id/2026/10/pertama-kali-jadi-panitia-ternyata.html https://osbik.binainsankamil.sch.id/
Beranda Cerita & Karya Mading Tentang Kirim Karya
Selamat Datang di

SMP ITBina Insan KamilSidareja

Membentuk generasi Qur’ani yang berakhlak, berprestasi, dan siap menghadapi masa depan.

Program Reguler Program Ponpes
A
Akreditasi
290+
Santri Aktif
15+
Tahun Pengalaman
500+
Prestasi
Sambutan

Kepala Sekolah

“Kami berkomitmen menghadirkan pendidikan yang menumbuhkan iman, karakter, ilmu, dan keberanian untuk berkarya.”

Agus Riyanto, M.Pd.
Kepala SMP IT Bina Insan Kamil Sidareja
Agus Riyanto, M.Pd.
Quran
Qur'anMemulai hari dengan nilai yang kuat
Akademik
AkademikBelajar dengan rasa ingin tahu
Character
CharacterTumbuh mandiri dan bertanggung jawab
Exploration
ExplorationMencoba, berkarya, berprestasi
Community
CommunityBertumbuh bersama lingkungan yang baik
BENEFIT

Mengapa Memilih SMP IT Bina Insan Kamil?

Pendidikan yang memadukan nilai Qur'ani, penguatan akademik, karakter, dan ruang eksplorasi agar santri tumbuh secara utuh.

Pendidikan Qur'ani

Pembiasaan Al-Qur'an, ibadah, dan adab menjadi bagian dari kehidupan belajar sehari-hari.

Akademik & Eksplorasi

Akademik yang kuat dipadukan dengan ruang untuk mencoba minat, kreativitas, keterampilan, dan prestasi.

Character & Leadership

Mendorong santri menjadi pribadi mandiri, bertanggung jawab, mampu bekerja sama, dan berani memimpin.

ACHIEVEMENT
Achievement Wall
Lihat Semua
Memuat artikel untuk mockup…
Geser untuk melihat lainnya
EXPLORE YOUR POTENTIAL

Coba lebih banyak, kenali potensimu.

Masa SMP adalah waktu untuk mencoba, mengenali kekuatan, mengeksplorasi minat, dan menemukan ruang yang membuat setiap santri berkembang dengan percaya diri.

Lihat Ruang Eksplorasi
SMP IT ON INSTAGRAM

Lihat proses eksplorasinya

Aktivitas terbaru dari @smpitbiksidareja sebagai gambaran ruang belajar, kegiatan, dan pengalaman santri.

Geser untuk melihat posting lainnya
YOUR JOURNEY CAN GO FURTHER

Optimize Your Potential

Setelah potensi mulai dikenali, lingkungan yang lebih intensif membantu santri mengasahnya melalui kedisiplinan, kemandirian, pendalaman Qur'an, dan pengalaman kepemimpinan di Pondok Pesantren Bina Insan Kamil.

Deepen FaithPembiasaan Qur'an, ibadah, dan adab dalam lingkungan yang lebih intensif.
Build IndependenceBelajar mengelola diri, waktu, tanggung jawab, dan kehidupan bersama.
Grow LeadershipLebih banyak kesempatan mengambil peran dan mengembangkan kepemimpinan.
BOARDING LIFE ON INSTAGRAM

Kehidupan dan pengembangan santri

Pilihan aktivitas dari @osbik.sidareja untuk melihat bagaimana potensi diasah lebih jauh di lingkungan Ponpes BIK.

Geser untuk melihat posting lainnya
Kata Wali Santri
Wali Santri Kelas VIIIOrang tua santri

“Kami melihat anak lebih mandiri, disiplin, dan semakin dekat dengan Al-Qur'an.”

Wali Santri Kelas VIIOrang tua santri

“Komunikasi sekolah dengan orang tua terasa terbuka dan perkembangan anak mudah kami ikuti.”

Wali Santri Kelas IXOrang tua santri

“Bukan hanya akademik; keberanian, adab, dan tanggung jawab anak juga berkembang.”

Geser untuk membaca testimoni lainnya
Sistem Penerimaan Murid Baru

SPMB 2027/2028

Bergabung bersama SMP IT Bina Insan Kamil Sidareja.

Daftar Sekarang

Monday, October 5, 2026

Pertama Kali jadi Panitia, Ternyata...

 

Dari luar, menjadi panitia sering kelihatan menyenangkan. Ada rapat, ada desain, ada pembagian tugas, ada hari pelaksanaan, lalu ada foto bersama. Yang tidak terlalu terlihat justru bagian di tengahnya: pesan yang belum dibalas, perubahan mendadak, alat yang belum datang, teman yang lupa tugas, dan keputusan kecil yang harus dibuat ketika tidak semua orang setuju.

Buat banyak orang, pengalaman pertama menjadi panitia adalah salah satu momen ketika kata “tanggung jawab” mulai terasa lebih nyata. Bukan karena tiba-tiba kita menjadi paling dewasa, tetapi karena pekerjaan kita mulai memengaruhi pekerjaan orang lain.

Kalau kita terlambat mengirim desain, bagian publikasi ikut terlambat. Kalau kita lupa mencatat perubahan jadwal, orang lain bisa datang di waktu yang salah. Kalau kita hanya fokus pada tugas sendiri, ada kemungkinan masalah kecil di sebelah kita tidak pernah selesai.


Di situ kita belajar bahwa kerja tim bukan sekadar membagi pekerjaan menjadi beberapa nama. Kerja tim adalah kemampuan untuk memberi kabar, bertanya sebelum terlambat, berani mengaku kalau belum selesai, dan bersedia membantu ketika bagian kita sebenarnya sudah beres.

Kita juga belajar sesuatu yang jarang diajarkan lewat teori: ide bagus belum tentu bisa langsung dipakai. Kadang anggarannya tidak cukup. Kadang waktunya terlalu sempit. Kadang orang lain punya alasan yang masuk akal untuk tidak setuju. Dan menerima revisi ternyata tidak selalu mudah, apalagi ketika kita sudah merasa ide sendiri adalah yang paling bagus.

Di sinilah panitia menjadi latihan yang menarik. Kita tidak hanya belajar membuat acara. Kita belajar bernegosiasi dengan kenyataan.

Yang juga penting: kesalahan hampir pasti terjadi. Mungkin ada file yang salah versi. Ada barang yang tertinggal. Ada urutan yang berantakan. Ada miskomunikasi. Pada momen seperti itu, kualitas sebuah tim bukan diukur dari apakah mereka bisa membuat semuanya sempurna, melainkan dari cara mereka bereaksi ketika sesuatu tidak berjalan sesuai rencana.

Apakah kita sibuk mencari siapa yang salah, atau mulai bertanya: “Sekarang apa yang bisa kita lakukan?”


Setelah sebuah kegiatan selesai, yang tersisa biasanya bukan hanya foto acaranya. Ada keterampilan kecil yang ikut terbawa: lebih berani bicara, lebih rapi membuat catatan, lebih peka terhadap waktu, lebih sabar mendengar orang lain, atau lebih tahu bagian mana dari diri kita yang masih perlu dibenahi.

Jadi kalau suatu hari kamu mendapat kesempatan menjadi panitia untuk pertama kali, jangan khawatir kalau belum tahu semuanya. Tidak ada yang benar-benar tahu semuanya di awal. Datang, kerjakan bagianmu, beri kabar, bertanya kalau bingung, dan belajar dari apa yang terjadi.

Kadang tanggung jawab memang tidak datang dalam bentuk tugas besar. Ia datang sebagai hal-hal kecil yang harus tetap dikerjakan meski tidak ada yang sedang melihat.

Share:

0 comments:

Post a Comment

Livechat via WhatsApp